Nama: Afrilia Amanda
Kelas: XI Animasi
Sekolah: SMK Negeri 2 Pariaman
Project: Editing Pas Foto dan Pembuatan Infografis Menggunakan AI
Pendahuluan
Pada pembelajaran kali ini, saya mengerjakan project yang berkaitan dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang desain dan produksi konten visual.
Sebagai siswa kelas XI Animasi, saya tidak hanya perlu memahami teknik menggambar dan animasi secara manual, tetapi juga perlu mengenal perkembangan teknologi digital yang dapat membantu proses kreatif. Salah satunya adalah teknologi AI yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mengolah gambar dan membuat desain visual.
Dalam project ini, saya mengerjakan dua kegiatan utama, yaitu editing pas foto dengan bantuan AI dan pembuatan infografis edukatif berdasarkan materi pembelajaran.
1. Editing Pas Foto Menggunakan AI
Tujuan
Project pertama adalah melakukan editing dan membuat ulang pas foto dengan bantuan AI agar menghasilkan foto dengan tampilan yang lebih formal dan sesuai kebutuhan.
Foto awal kemudian digunakan sebagai referensi utama. Dalam prosesnya, saya memberikan instruksi kepada AI agar mempertahankan karakteristik wajah dan ekspresi, kemudian menyesuaikan beberapa aspek visual seperti pencahayaan, posisi, pakaian, latar belakang, dan komposisi foto.
Konsep yang Digunakan
Konsep editing yang saya terapkan antara lain:
- Mempertahankan wajah dan ekspresi dari foto asli.
- Mengatur posisi tubuh agar terlihat lebih tegak.
- Menggunakan komposisi foto formal dari bagian dada ke atas.
- Mengatur pandangan agar menghadap kamera.
- Menggunakan pencahayaan studio yang lebih lembut dan merata.
- Menggunakan latar belakang berwarna merah tua.
- Mempertahankan penggunaan jilbab berwarna hitam.
- Menyesuaikan pakaian dengan seragam praktik SMK pada foto.
- Menghasilkan tampilan yang realistis dan cocok untuk pas foto.
Proses Pengerjaan
Secara umum, proses pengerjaan dilakukan melalui beberapa tahap:
Foto asli → Menentukan kebutuhan editing → Membuat prompt → Generate menggunakan AI → Mengevaluasi hasil → Melakukan penyempurnaan → Hasil akhir
Dalam proses tersebut, saya belajar bahwa pemberian instruksi atau prompt yang jelas sangat penting. Semakin detail kebutuhan yang dijelaskan, semakin mudah AI memahami hasil visual yang ingin dibuat.
Hasil
Hasil akhir berupa pas foto dengan tampilan lebih formal, pencahayaan yang lebih baik, komposisi simetris, dan latar belakang yang sesuai dengan kebutuhan pas foto.
2. Membuat Infografis Edukatif Menggunakan AI
Project kedua adalah membuat infografis edukatif dengan materi tentang Konten Kreator Animasi Digital.
Infografis dibuat dalam format A3 portrait (29,7 × 42 cm) dengan tujuan menyajikan materi pembelajaran yang cukup banyak menjadi sebuah visual yang lebih ringkas, menarik, dan mudah dipahami.
Materi yang digunakan membahas perjalanan menjadi konten kreator animasi digital, mulai dari pengenalan animasi, jenis animasi, perangkat yang dibutuhkan, prinsip animasi, alur produksi, personal branding, strategi konten, monetisasi, roadmap belajar, hingga motivasi dan konsistensi.
Konsep Desain
Dalam pembuatan infografis, saya menggunakan konsep:
- Ilustrasi kartun 2D.
- Warna cerah tetapi tetap lembut.
- Panel informasi dengan bentuk yang rapi.
- Ikon sebagai pendukung informasi.
- Karakter atau maskot sebagai elemen visual.
- Judul berukuran besar dan mudah terlihat.
- Diagram dan panah untuk menunjukkan alur.
- Kotak informasi untuk membagi materi.
- Bagian motivasi dan langkah praktik di bagian bawah.
Tujuan utama desain ini adalah membuat materi yang panjang menjadi lebih visual sehingga pembaca dapat memahami inti materi dengan cepat.
Materi Utama dalam Infografis
Apa Itu Animasi Digital?
Animasi digital merupakan proses menciptakan ilusi gerak menggunakan gambar atau objek digital yang ditampilkan secara berurutan. Dalam materi yang saya gunakan, animasi digital dibagi ke beberapa kategori seperti animasi 2D, motion graphic, animasi 3D, whiteboard/stop-motion digital, dan animasi karakter untuk media sosial.
Peluang Karier
Infografis juga menampilkan beberapa peluang karier di bidang animasi, seperti:
- Animator
- Kreator konten independen
- Freelancer animasi
- Motion designer
- Animator studio produksi
- Pengajar atau pembuat kursus animasi
Materi juga menekankan bahwa seorang kreator membutuhkan kemampuan teknis animasi sekaligus kemampuan bercerita dan berkomunikasi dengan audiens.
Alat dan Software
Dalam proses belajar, tidak harus menggunakan perangkat yang mahal. Materi memberikan contoh software yang dapat digunakan mulai dari tingkat pemula hingga lanjutan, serta menjelaskan perangkat seperti drawing tablet, RAM, SSD, dan headphone.
Prinsip Animasi
Infografis juga menampilkan 12 Principles of Animation, yaitu prinsip dasar yang membantu membuat gerakan terlihat lebih hidup dan meyakinkan.
Beberapa prinsip tersebut antara lain:
- Squash & Stretch
- Anticipation
- Staging
- Straight Ahead & Pose to Pose
- Follow Through & Overlap
- Slow In & Slow Out
- Arc
- Secondary Action
- Timing
- Exaggeration
- Solid Drawing
- Appeal
Materi juga menyarankan latihan sederhana seperti bouncing ball, pendulum, dan latihan squash & stretch untuk memahami dasar gerakan.
Alur Produksi Animasi
Salah satu bagian penting yang saya tampilkan dalam infografis adalah alur produksi animasi.
1. Pra-Produksi
Tahap ini meliputi:
Ide → Naskah → Storyboard → Animatic → Desain karakter dan aset
2. Produksi
Tahap produksi meliputi:
Key pose/keyframe → In-between → Background & layout → Lip-sync & ekspresi → Rigging
3. Pasca-Produksi
Tahap terakhir meliputi:
Compositing → Color grading → Sound design & musik → Rendering → Review & revisi
Pembagian proses tersebut membantu agar pengerjaan animasi lebih terstruktur dan proyek tidak berhenti di tengah jalan.
Personal Branding dan Strategi Konten
Dalam project infografis, saya juga memasukkan materi tentang gaya visual dan personal branding.
Seorang kreator dapat membangun identitas melalui:
- Palet warna yang konsisten.
- Gaya garis dan proporsi.
- Karakter atau maskot.
- Niche konten.
- Gaya komunikasi.
- Konsistensi dalam membuat konten.
Materi juga membahas pemilihan platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, X, Behance, dan ArtStation sesuai karakteristik konten yang dibuat.
Roadmap Belajar 90 Hari
Salah satu bagian yang menarik bagi saya adalah roadmap belajar selama 90 hari.
Tahapannya adalah:
Minggu 1–2: Dasar software dan prinsip animasi
Minggu 3–4: Latihan gerak objek sederhana
Minggu 5–6: Membuat karakter sederhana
Minggu 7–8: Storyboard dan animatic
Minggu 9–10: Produksi animasi pendek pertama
Minggu 11–12: Publikasi dan evaluasi
Minggu 13: Refleksi dan rencana berikutnya
Roadmap tersebut mengajarkan bahwa proses belajar tidak perlu dilakukan secara terburu-buru. Konsistensi lebih penting daripada kecepatan.
Kesimpulan dan Pembelajaran
Dari kedua project ini, saya mendapatkan pengalaman dalam menggunakan AI sebagai alat bantu dalam proses kreatif.
Pada project editing pas foto, saya belajar bagaimana membuat instruksi yang detail agar AI dapat menghasilkan visual sesuai kebutuhan. Saya juga belajar pentingnya memperhatikan komposisi, pencahayaan, ekspresi, pakaian, dan latar belakang.
Pada project infografis, saya belajar bagaimana mengubah materi pembelajaran yang cukup panjang menjadi sebuah desain visual yang lebih sederhana dan komunikatif. Saya juga belajar mengenai pentingnya hierarki informasi, pemilihan warna, ilustrasi, ikon, dan tata letak.
Menurut saya, teknologi AI dapat membantu mempercepat proses kreatif, tetapi ide, konsep, kreativitas, dan keputusan desain tetap menjadi bagian penting dari seorang desainer.
Motivasi
Menjadi siswa animasi berarti terus belajar dan berlatih. Tidak semua karya pertama akan langsung sempurna. Yang terpenting adalah berani mencoba, menyelesaikan karya, kemudian memperbaikinya.
Seperti pesan dalam materi yang saya pelajari:
“Anda tidak perlu menjadi animator terbaik untuk memulai — Anda hanya perlu memulai untuk perlahan menjadi lebih baik.”
Bagi saya, project ini bukan hanya tugas, tetapi juga latihan untuk mengenal proses kerja kreatif menggunakan teknologi yang terus berkembang. Saya berharap kemampuan yang saya pelajari dapat terus berkembang dan menjadi bekal untuk membuat karya animasi yang lebih baik di masa depan.
Mulai dari karya sederhana, terus belajar, terus berkarya, dan jangan takut untuk mencoba hal baru.



Post a Comment